SERANG – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Kampus Serang. Kali ini, tiga mahasiswa dari program studi Teknik Informatika berhasil memenangkan kompetisi teknologi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada 15 April 2026 lalu.
Tim yang diberi nama “CodeVision Indonesia” berhasil melampaui 47 tim pesaing dari universitas ternama di Indonesia, termasuk dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Binus Jakarta. Mereka memenangkan kategori “Artificial Intelligence Solution for Social Problems” dengan menghadirkan solusi aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di kawasan pesisir Indonesia.
Ketiga mahasiswa pemenang tersebut adalah Muhammad Rizki Pratama (semester 7), Siti Nurhaliza Rahmawati (semester 6), dan Budi Santoso (semester 5). Mereka memilih mengembangkan aplikasi bernama “PlasticTrack AI” yang dirancang untuk memprediksi dan memantau akumulasi sampah plastik di pesisir pantai menggunakan teknologi machine learning dan Internet of Things (IoT).
“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini karena ini membuktikan bahwa mahasiswa dari kampus di daerah juga mampu berkompetisi di tingkat nasional dengan universitas-universitas besar di Jakarta dan Bandung,” ujar Muhammad Rizki Pratama dalam wawancara khusus dengan media kampus, Selasa (17/4/2026) di Ruang Rektor Kampus Serang.
Perjalanan Menuju Juara Nasional
Perjalanan CodeVision Indonesia menuju puncak kompetisi nasional tidaklah mudah. Ketiga mahasiswa tersebut memulai persiapan sejak bulan Januari 2026, setelah mendapat informasi tentang kompetisi melalui pengumuman di website Kemendikbudristek. Awalnya, mereka hanya ingin mencoba peruntungan dan mendapatkan pengalaman berharga.
“Kami berkumpul hampir setiap hari di laboratorium Teknik Informatika untuk merancang konsep dan mengembangkan aplikasi. Ada banyak tantangan teknis yang kami hadapi, terutama dalam mengintegrasikan sensor IoT dengan sistem prediksi AI,” cerita Siti Nurhaliza Rahmawati, yang berperan sebagai ketua tim dan spesialis di bidang machine learning.
Mereka mendapatkan dukungan penuh dari dosen pembimbing mereka, Dr. Ir. Agus Supriyanto, M.Kom., yang merupakan dosen senior di program studi Teknik Informatika Kampus Serang. Selain memberikan arahan teknis, Dr. Agus juga membantu tim dalam mempersiapkan presentasi dan materi yang akan dipresentasikan di depan panel juri nasional.
“Saya sangat terkesan dengan dedikasi dan kerja keras ketiga mahasiswa ini. Mereka tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi juga memiliki visi sosial yang jelas untuk mengatasi masalah lingkungan yang nyata. Itulah yang membedakan mereka dari pesaing lain,” ungkap Dr. Agus Supriyanto saat dihubungi melalui telepon pada Rabu (18/4/2026).
Solusi Inovatif untuk Masalah Nyata
PlasticTrack AI adalah aplikasi mobile dan web yang dirancang untuk menjadi wadah kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan organisasi lingkungan dalam mengatasi pencemaran plastik di pantai. Aplikasi ini menggunakan teknologi geolocation untuk menandai area-area yang teridentifikasi memiliki akumulasi sampah plastik tinggi.
“Teknologi machine learning yang kami tanamkan dalam aplikasi ini dapat belajar dari pola pergerakan arus laut, kondisi cuaca, dan data historis untuk memprediksi kemana sampah plastik akan tersangkut dalam waktu 24 hingga 48 jam ke depan. Informasi ini dapat membantu pemerintah daerah merencanakan operasi pembersihan pantai dengan lebih efektif,” jelas Budi Santoso, yang bertugas sebagai developer backend dan spesialis IoT.
Fitur unggulan aplikasi ini juga mencakup sistem gamifikasi yang mendorong masyarakat untuk melaporkan sampah plastik yang mereka temukan. Pengguna yang aktif melaporkan dapat mengumpulkan poin dan ditukarkan dengan hadiah atau insentif dari mitra bisnis lokal yang berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan.
Dalam presentasi mereka di depan juri nasional pada tanggal 15 April 2026 lalu, tim CodeVision Indonesia berhasil mendemonstrasikan prototipe aplikasi yang sudah terintegrasi dengan sensor IoT sungguhan. Mereka juga menunjukkan data hasil uji coba selama tiga minggu di Pantai Anyer, Serang, yang menunjukkan akurasi prediksi mencapai 87 persen.
Pengakuan Institusional dan Harapan Kampus Serang
Prestasi mahasiswa ini mendapat pengakuan penuh dari pimpinan Kampus Serang. Rektor Kampus Serang, Prof. Dr. Ir. Budi Harjanto, M.Sc., M.Eng., langsung memberikan apresiasi dan menjadwalkan acara penghargaan khusus untuk ketiga mahasiswa pemenang.
“Pencapaian CodeVision Indonesia menunjukkan bahwa Kampus Serang memiliki potensi besar dalam menghasilkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan inovasi yang tinggi. Ini adalah bukti nyata dari komitmen kami dalam menyelenggarakan pendidikan berkualitas di wilayah Serang,” kata Prof. Budi Harjanto dalam pernyataannya kepada Bagian Humas Kampus Serang pada Kamis (17/4/2026).
Rektor juga mengumumkan bahwa Kampus Serang akan memberikan dana penuh kepada ketiga mahasiswa untuk meneruskan pengembangan PlasticTrack AI menuju tahap komersial. Dana tersebut akan disalurkan melalui Program Inkubasi Bisnis Kampus Serang yang baru diluncurkan pada semester genap tahun akademik 2025/2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Nur Azizah, M.A., mengungkapkan bahwa pencapaian ini akan dijadikan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi. “Kami akan meningkatkan dukungan terhadap setiap program penelitian dan inovasi mahasiswa, terutama yang memiliki dampak sosial positif bagi masyarakat Serang dan sekitarnya,” tambahnya.
Harapan dan Rencana Kedepannya
Muhammad Rizki Pratama menyatakan bahwa timnya memiliki ambisi besar untuk terus mengembangkan PlasticTrack AI agar dapat diimplementasikan tidak hanya di Serang, tetapi juga di lokasi-lokasi lain di Indonesia yang menghadapi masalah serupa.
“Target kami adalah dalam satu tahun ke depan, aplikasi ini sudah bisa beroperasi secara penuh di setidaknya lima kota pantai besar di Indonesia. Kami juga sedang membuka diskusi dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka yang tertarik untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan proyek ini,” katanya dengan antusias.
Sementara itu, Siti Nurhaliza menambahkan bahwa tim mereka juga sedang merencanakan untuk melatih mahasiswa-mahasiswa lain dalam menggunakan teknologi machine learning yang serupa. “Kami ingin berbagi ilmu dan pengalaman, sehingga lebih banyak mahasiswa Kampus Serang yang bisa berkontribusi dalam mengembangkan solusi teknologi untuk masalah-masalah sosial,” ucapnya.
Budi Santoso mengungkapkan bahwa pengalaman berkompetisi di tingkat nasional ini telah membukakan matanya tentang pentingnya kolaborasi, komunikasi yang efektif, dan manajemen waktu yang baik. “Saya menyadari bahwa kesuksesan bukan hanya tentang kemampuan teknis semata, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa bekerja sama sebagai satu tim yang solid dan fokus pada tujuan bersama,” refleksinya.
Dampak Positif bagi Ekosistem Kampus
Pencapaian CodeVision Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi ekosistem inovasi dan kewirausahaan di Kampus Serang. Ketua Program Studi Teknik Informatika, Dr. Reza Gunawan, S.Kom., M.Kom., melihat ini sebagai momentum yang tepat untuk memperkuat positioning Kampus Serang sebagai pusat inovasi teknologi di wilayah Banten.
“Kami akan meningkatkan kurikulum kami dengan memasukkan lebih banyak elemen praktis tentang problem-solving dan innovation mindset. Kami juga akan memperluas kerjasama dengan industri dan lembaga penelitian untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengembangkan solusi teknologi,” jelas Dr. Reza.
Prestasi ini juga menginspirasi mahasiswa lain di Kampus Serang untuk mulai berpikir tentang ide-ide inovatif mereka. Sejak diumumkannya kemenangan CodeVision Indonesia, laboratorium Teknik Informatika menjadi semakin ramai dengan aktivitas brainstorming dan pengembangan ide-ide proyek baru dari mahasiswa semester rendah.
“Pencapaian kakak-kakak kami ini menunjukkan bahwa kami juga memiliki peluang yang sama untuk berprestasi. Ini sangat memotivasi kami untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan kami,” kata Dina Kartika, mahasiswa semester 3 Teknik Informatika Kampus Serang.
Penutup
Kemenangan CodeVision Indonesia dalam kompetisi teknologi tingkat nasional merupakan bukti nyata bahwa Kampus Serang mampu menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya cipta dan kepedulian sosial yang tinggi. Prestasi ini membawa nama baik Kampus Serang ke panggung nasional dan menginspirasi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Perjalanan CodeVision Indonesia baru saja dimulai, dan potensi PlasticTrack AI untuk memberikan dampak nyata bagi pelestarian lingkungan laut Indonesia masih sangat terbuka. Dengan dukungan penuh dari Kampus Serang, industri, dan masyarakat, diharapkan solusi inovatif ini dapat menjadi salah satu model yang dapat ditiru dan dikembangkan lebih lanjut dalam mengatasi krisis sampah plastik di nusantara.
(Artikel ini didasarkan pada data dan informasi faktual yang dikumpulkan dari wawancara dengan pihak Kampus Serang pada 17 April 2026)
—
Kata kunci: Kampus Serang, mahasiswa berprestasi, kompetisi nasional, teknologi AI, inovasi, PlasticTrack AI, Teknik Informatika, CodeVision Indonesia, Kemendikbudristek, Apindo