Serang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kampus Serang, Banten, secara resmi meluncurkan inisiatif strategis berjudul “Mahasiswa Bergerak 2026” pada Jumat, 19 April 2026. Program komprehensif ini dirancang untuk meningkatkan peran mahasiswa dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat Serang, dengan melibatkan 15 organisasi mahasiswa dari berbagai fakultas.
Acara peluncuran yang diselenggarakan di Aula Utama Kampus Serang menghadirkan lebih dari 800 mahasiswa, dosen pembimbing, dan perwakilan dari pemerintah daerah Kota Serang. Momentum ini menandai komitmen ekosistem mahasiswa Kampus Serang untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan berkelanjutan melalui aksi nyata di lapangan.
Ketua BEM Kampus Serang periode 2025-2026, Muhammad Ridhwan Fadhlillah, menyampaikan visi utama program ini dalam sambutannya. “Program Mahasiswa Bergerak adalah manifestasi tanggung jawab sosial kami sebagai akademisi muda yang peduli terhadap perkembangan komunitas lokal. Kami percaya bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi motor perubahan positif di Serang,” ungkap Ridhwan, 22, mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis semester enam ini.
Struktur dan Komponen Program
Program “Mahasiswa Bergerak 2026” dibangun atas tiga pilar utama yang dirancang secara terintegrasi. Pertama adalah pilar pemberdayaan ekonomi yang fokus pada pelatihan keterampilan digital marketing dan e-commerce untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kawasan sekitar Serang. Kedua, pilar pemberdayaan sosial yang mencakup program literasi untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ketketiga, pilar lingkungan yang melibatkan kegiatan penghijauan dan edukasi keberlanjutan lingkungan.
Menurut dokumen panduan program yang dirilis BEM, setiap pilar akan dijalankan secara simultan selama enam bulan ke depan, mulai dari Mei hingga Oktober 2026. Kegiatan-kegiatan ini akan dilaksanakan di tiga kelurahan mitra: Kelurahan Balaraja, Kelurahan Gempolsewu, dan Kelurahan Cipocok Jaya, yang secara administratif masuk dalam wilayah Kota Serang.
Sebanyak 15 organisasi mahasiswa bergabung dalam inisiatif ini, di antaranya Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan, Organisasi Mahasiswa Studi Ekonomi Sosial (OMSES), Gerakan Mahasiswa Islam, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi Kampus Serang, Komunitas Programmer Mahasiswa, dan Klub Olahraga Mahasiswa Serang. Kolaborasi lintas organisasi ini menunjukkan kemauan bersama untuk mewujudkan perubahan sosial yang berkelanjutan.
Wakil Ketua BEM bidang Kemitraan, Siti Nurhaliza Rahman, menjelaskan mekanisme kerja program tersebut. “Setiap organisasi mahasiswa akan menunjuk 10-15 anggota sebagai relawan utama. Mereka akan mendapatkan pelatihan dari dosen pembimbing dan praktisi profesional di bidangnya masing-masing sebelum turun ke lapangan. Kami juga menyiapkan dana operasional Rp 500 juta dari dana kas BEM dan dukungan sponsor lokal untuk memastikan program berjalan optimal,” jelas Siti, 21, mahasiswa Jurusan Komunikasi ini.
Respons dan Dukungan dari Pimpinan Kampus
Rektor Kampus Serang, Prof. Dr. Budi Santoso, M.Sc., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam isu-isu sosial kemasyarakatan.
“Saya sangat bangga melihat mahasiswa Kampus Serang menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Program Mahasiswa Bergerak bukan sekadar kegiatan rutin organisasi, tetapi merupakan bentuk konkret dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap program ini dapat menjadi model yang dapat ditiru oleh kampus-kampus lain di Indonesia,” ujar Prof. Budi dalam acara peluncuran tersebut.
Lebih lanjut, beliau mengumumkan bahwa pihak kampus akan memberikan dukungan penuh, termasuk menyediakan sarana transportasi, asuransi untuk relawan, dan akses ke laboratorium kampus untuk kegiatan-kegiatan yang membutuhkannya. “Investasi kami dalam program ini adalah investasi dalam karakter dan kompetensi mahasiswa kami. Kami ingin lulusan Kampus Serang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga berjiwa sosial tinggi,” tambah Prof. Budi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Eka Wijaya, S.Pd., M.Pd., juga hadir mendampingi kegiatan ini. Beliau mengatakan bahwa kampus telah menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi untuk memastikan setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa terukur dan berdampak nyata.
“Kami akan melakukan evaluasi berkala setiap dua minggu untuk memantau perkembangan program. Data dan insight yang dikumpulkan akan menjadi pembelajaran berharga bagi pengembangan program serupa di masa depan. Selain itu, kami juga akan mendokumentasikan setiap kegiatan untuk keperluan publikasi ilmiah dan sharing best practice,” ungkap Dr. Eka.
Dukungan Pemerintah Lokal
Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Serang, Bapak Hendra Gunawan, S.H., M.Si., mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara kampus dan pemerintah lokal. Beliau melihat program ini sebagai kelanjutan dari visi pemerintah Kota Serang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat sangat kami dukung. Mereka membawa energi, ide-ide segar, dan semangat yang tinggi. Kami siap memberikan data dan informasi tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat untuk membantu program ini lebih efektif dalam mencapai targetnya,” jelas Hendra dalam acara tersebut.
Bapak Hendra juga menjanjikan bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi perizinan dan dukungan administratif yang diperlukan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan di tiga kelurahan mitra. Komitmen ini menunjukkan adanya sinergi positif antara institusi akademik dan pemerintah lokal.
Rencana Implementasi dan Target Capaian
Menurut timeline yang disusun BEM, fase pertama program akan dilaksanakan pada Mei dan Juni 2026, fokus pada pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat. Fase kedua pada Juli dan Agustus akan memasuki tahap implementasi penuh di lapangan. Fase ketiga pada September dan Oktober merupakan tahap konsolidasi, evaluasi, dan persiapan sustainability program untuk tahun-tahun mendatang.
Target konkret yang ingin dicapai mencakup pelatihan digital marketing untuk minimal 200 pengusaha UMKM, program literasi untuk 300 anak-anak dari keluarga kurang mampu, dan penanaman 2.000 pohon di kawasan Serang. Program ini juga menargetkan minimal 100 mahasiswa yang memiliki pengalaman praktis dalam melakukan pendampingan masyarakat.
Koordinator Pilar Pemberdayaan Ekonomi, Arif Suryanto, 22, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, menjelaskan rincian kegiatan untuk bidangnya. “Kami akan mengadakan workshop gratis tentang Instagram Business, Facebook Shop, dan platform e-commerce lainnya. Peserta akan dipilih dari daftar UMKM yang terdaftar di pemerintah lokal. Nantinya, mereka juga akan mendapatkan pendampingan selama tiga bulan setelah workshop untuk memastikan mereka bisa langsung menerapkan ilmu yang diterima,” papar Arif.
Sementara itu, koordinator Pilar Pemberdayaan Sosial, Dewi Kartika Sari, 21, mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, fokus pada program literasi. “Kami akan membentuk tim tutor yang terdiri dari mahasiswa berprestasi di bidang pendidikan. Setiap hari Sabtu dan Minggu, kami akan mengadakan kelas literasi gratis di tiga lokasi berbeda. Selain mengajar membaca dan menulis, kami juga akan mengajarkan kecintaan terhadap buku dan budaya membaca,” ujar Dewi.
Tantangan dan Strategi Penyelesaian
Dalam sesi diskusi, beberapa peserta juga mengangkat potensi tantangan dalam implementasi program. Salah satunya adalah kesiapan dosen pembimbing yang akan mendampingi 15 organisasi mahasiswa secara bersamaan. Merespons hal ini, Dr. Eka Wijaya menyatakan bahwa kampus telah mengidentifikasi dosen-dosen kunci dari setiap jurusan yang akan ditugaskan sebagai mentor.
“Kami telah menyiapkan 20 dosen pembimbing yang dipilih berdasarkan keahlian dan komitmen mereka. Mereka akan mendapatkan briefing khusus dan panduan teknis sebelum program dimulai. Kami juga menyediakan insentif tambahan untuk dosen pembimbing sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka,” kata Dr. Eka.
Tantangan lain yang dikhawatirkan adalah sustainability program setelah periode enam bulan berakhir. Muhammad Ridhwan, ketua BEM, sudah mengantisipasi hal ini dengan merencanakan pertemuan dengan pemerintah lokal dan stakeholder untuk mendiskusikan kelanjutan program.
“Kami tidak ingin program ini hanya bersifat sementara. Sebelum program berakhir, kami akan melakukan studi kelayakan dan pertemuan dengan pemerintah lokal, kalangan bisnis, dan organisasi masyarakat sipil untuk merancang model sustainability. Kalau perlu, kami akan membentuk yayasan khusus yang melibatkan alumni dan komunitas lokal untuk melanjutkan program ini,” jelasnya.
Dampak Jangka Panjang yang Diharapkan
Program Mahasiswa Bergerak diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi tiga kelompok utama: mahasiswa, masyarakat Serang, dan kampus itu sendiri. Bagi mahasiswa, program ini akan menjadi laboratorium praktis untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah, sekaligus membangun karakter kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
Bagi masyarakat Serang, program diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas ekonomi, kualitas pendidikan, dan kesadaran lingkungan. Bagi kampus, inisiatif ini memperkuat posisi sebagai institusi yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan komunitas lokal.
Prof. Dr. Budi Santoso melihat lebih jauh dampak program ini. “Saya berharap lima tahun dari sekarang, program ini telah menghasilkan ribuan UMKM yang lebih maju secara digital, ribuan anak yang lebih gemar membaca, dan ribuan pohon yang tumbuh di Serang. Namun yang lebih penting adalah bahwa mahasiswa kami telah belajar tentang arti menjadi bagian dari perubahan sosial,” katanya penuh harapan.
Penutup
Peluncuran program “Mahasiswa Bergerak 2026” menandai babak baru dalam peran organisasi mahasiswa di Kampus Serang. Dengan melibatkan 15 organisasi, ratusan mahasiswa, dukungan penuh dari pimpinan kampus, dan komitmen pemerintah lokal, inisiatif ini memiliki potensi besar untuk menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat Serang.
Semangat kolaborasi dan dedikasi yang ditunjukkan dalam acara peluncuran ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia masih memiliki komitmen tinggi untuk berkontribusi pada pembangunan sosial masyarakat. Program ini juga menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain untuk mengembangkan inisiatif serupa di wilayah mereka masing-masing.
Sebagaimana dikatakan oleh Muhammad Ridhwan dalam penutup sambutannya, “Mahasiswa Bergerak adalah gerakan kami untuk menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat tumbuhnya agen perubahan sosial. Kami mengajak seluruh elemen kampus dan masyarakat untuk bergabung dalam gerakan ini. Bersama-sama, kita bisa membuat perbedaan.”
Dengan adanya program ini, diharapkan Kampus Serang dapat terus menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya menghasilkan sarjana berkompeten, tetapi juga warga negara yang peduli, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara.
—
[AKHIR ARTIKEL]